Promo UKM | Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMKS YAPRI Jakarta pada tanggal 23 April 2026 berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Pengelolaan Modal dan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) pada Usaha Keripik Pisang Lumer dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa”.
Program PKM tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada siswa mengenai dasar-dasar pengelolaan usaha, khususnya dalam bidang kewirausahaan makanan ringan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bagaimana cara mengelola modal usaha secara efektif serta menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar menentukan harga jual produk.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya manajemen keuangan sederhana dalam usaha kecil. Pemateri menjelaskan bahwa banyak usaha mikro mengalami kesulitan berkembang karena kurang memahami pencatatan biaya produksi dan pengelolaan modal usaha.
Sebagai media praktik kewirausahaan, kegiatan PKM menggunakan produk “Keripik Pisang Lumer” yang dinilai mudah diproduksi dan memiliki peluang pasar cukup besar. Para siswa diperkenalkan pada tahapan produksi mulai dari persiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.

Selain praktik produksi, siswa juga dilatih menghitung Harga Pokok Produksi menggunakan rumus sederhana berikut:
HPP = Total Biaya Produksi : Jumlah Produk
Melalui simulasi tersebut, siswa dapat memahami bagaimana biaya bahan baku, kemasan, dan operasional dihitung untuk menentukan harga jual yang tepat. Pemahaman mengenai HPP menjadi salah satu materi penting agar siswa mampu menjalankan usaha secara lebih terencana dan memperoleh keuntungan yang optimal.
Kegiatan PKM ini juga menjadi sarana pembentukan karakter kewirausahaan bagi siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa dilatih untuk lebih kreatif, disiplin, percaya diri, serta mampu bekerja sama dalam tim. Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan praktik penghitungan biaya produksi berlangsung.
Pihak SMKS YAPRI Jakarta menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri di masa depan.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam bentuk usaha nyata yang kreatif dan produktif.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, tentang pentingnya literasi keuangan dan kesiapan menghadapi risiko utang digital sejak usia dini dalam menyambut era keuangan yang semakin terdigitalisasi.
Penulis
” Intan Kurnia, Sherly Andriani, Rianti Shella Dwi Tiara ( Mahasiswa Universitas Pamulang )”
