Promo UKM | Kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia remaja masih menjadi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gaya hidup konsumtif. Remaja yang mampu mengelola uang saku dengan baik akan lebih siap menghadapi kehidupan mandiri di masa depan serta mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema “Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Perencanaan Keuangan bagi Remaja Panti Asuhan Nur Karomah Depok.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Panti Asuhan Nur Karomah Depok dengan melibatkan 30 remaja panti asuhan sebagai peserta. Panti Asuhan Nur Karomah merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang berperan dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan kepada anak-anak yatim, piatu, serta dhuafa di Kota Depok. Selain memenuhi kebutuhan pendidikan formal, panti juga membekali para remaja dengan berbagai keterampilan hidup agar mampu hidup mandiri ketika telah memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan PKM ini, tim mahasiswa berupaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang saku secara bijaksana serta menyusun perencanaan keuangan sederhana. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif dalam mengatur keuangan sejak usia dini sehingga para remaja memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.
Pelaksanaan Kegiatan dan Penyampaian Materi
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengedepankan komunikasi dua arah antara pemateri dan peserta. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain penyampaian teori, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan uang saku sehari-hari.
Beberapa materi utama yang disampaikan meliputi:
- Pentingnya Mengelola Uang Saku : Pemateri menjelaskan bahwa pengelolaan uang saku merupakan langkah awal dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan uang sesuai prioritas kebutuhan serta pentingnya menghindari pembelian yang bersifat impulsif.
- Perencanaan Keuangan Sederhana : Peserta dikenalkan pada cara menyusun anggaran sederhana berdasarkan jumlah uang saku yang diterima. Mereka diajarkan bagaimana membagi uang untuk kebutuhan harian, tabungan, serta dana cadangan sehingga penggunaan uang menjadi lebih terarah.
- Membedakan Kebutuhan dan Keinginan : Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Pemateri memberikan berbagai contoh situasi sehari-hari sehingga peserta mampu menentukan pengeluaran mana yang benar-benar penting dan mana yang dapat ditunda.
- Pentingnya Menabung Sejak Dini : Peserta juga diberikan motivasi mengenai manfaat menabung secara rutin, meskipun dengan nominal yang kecil. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk disiplin dalam mengelola keuangan dan menjadi bekal menuju kemandirian finansial.
Diskusi Interaktif dan Tanya Jawab
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini peserta sangat antusias menceritakan pengalaman mereka dalam menggunakan uang saku. Sebagian besar peserta mengaku sering menghabiskan uang untuk membeli makanan ringan, minuman, maupun barang yang sedang tren sehingga kesulitan menyisihkan uang untuk ditabung. Tim PKM memberikan berbagai solusi praktis, seperti membuat daftar kebutuhan sebelum menggunakan uang, mencatat setiap pengeluaran, serta menetapkan target tabungan sederhana setiap minggu. Melalui diskusi tersebut peserta memperoleh gambaran nyata mengenai cara mengelola uang secara lebih efektif.
Simulasi Penyusunan Anggaran
Agar materi lebih mudah dipahami, tim PKM mengajak peserta mengikuti simulasi penyusunan anggaran sederhana. Dalam kegiatan ini peserta diminta membayangkan menerima uang saku bulanan, kemudian membaginya ke dalam beberapa pos pengeluaran, yaitu kebutuhan sekolah, konsumsi, tabungan, dan dana cadangan. Melalui simulasi tersebut peserta belajar menentukan prioritas penggunaan uang dan memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang. Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif karena peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang telah disampaikan.
Ice Breaking dan Permainan Edukatif
Untuk menjaga semangat peserta, kegiatan diselingi dengan sesi ice breaking dan permainan edukatif yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Permainan dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, serta kemampuan peserta dalam mengambil keputusan mengenai penggunaan uang. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Peserta aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta saling berdiskusi dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh tim PKM. Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa Universitas Pamulang dengan para remaja Panti Asuhan Nur Karomah Depok.
Workshop Pembuatan Celengan Kreatif
Sebagai bentuk implementasi materi yang telah diberikan, peserta mengikuti workshop pembuatan celengan kreatif. Tim PKM menyediakan tabung celengan, kertas warna, stiker, serta berbagai perlengkapan hias lainnya. Setiap peserta diberikan kebebasan menghias celengan sesuai kreativitas masing-masing. Selain menghias celengan, peserta juga diminta menuliskan target atau impian yang ingin mereka capai melalui kebiasaan menabung. Kegiatan ini bertujuan menanamkan komitmen kepada peserta bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dari langkah kecil dan dilakukan secara konsisten. Workshop berlangsung dengan penuh antusias. Hasil karya peserta menunjukkan kreativitas yang tinggi sekaligus menjadi simbol komitmen mereka untuk mulai mengelola uang saku secara lebih bertanggung jawab.
Penutup dan Harapan Kegiatan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ditutup dengan sesi dokumentasi, foto bersama, serta penyerahan cenderamata kepada pengurus Panti Asuhan Nur Karomah Depok sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. Melalui kegiatan “Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Perencanaan Keuangan bagi Remaja Panti Asuhan Nur Karomah Depok”, diharapkan para peserta mampu menerapkan kebiasaan mengelola uang saku secara lebih bijaksana, menyusun perencanaan keuangan sederhana, serta membangun budaya menabung sejak usia dini. Program ini juga diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya perilaku keuangan yang sehat sehingga para remaja memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan mandiri. Ke depan, sinergi antara Universitas Pamulang dan Panti Asuhan Nur Karomah Depok diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup lainnya. Dengan demikian, para remaja panti asuhan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas finansial, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Penulis Mahasiswa Universitas Pamulang
1. Ari Sigit
2. Dani
3. Dwi Ayu Syifa Hardiyanti
