Promo UKM | Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian seiring pergerakannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Data Bank Indonesia menunjukkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada pada Rp17.965 per dolar AS pada 28 September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih berada pada level yang tinggi terhadap dolar AS.
Mengapa Rupiah Mengalami Tekanan?
Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi ekonomi global, pergerakan dolar AS, suku bunga, kondisi geopolitik, harga komoditas, serta arus modal dapat memengaruhi nilai tukar.
Dewan Ekonomi Nasional mencatat rupiah terdepresiasi sekitar 0,9 persen sepanjang bulan berjalan (month-to-date) menjadi Rp17.872 per dolar AS pada 22 September 2026. Kondisi tersebut disertai dengan arus modal keluar pada beberapa instrumen keuangan Indonesia. Bank Indonesia juga menyebut tekanan eksternal masih kuat dan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada 23 September 2026 sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi nilai tukar.
Hubungan Rupiah dengan Harga Barang
Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya pembelian barang dan bahan baku dari luar negeri karena transaksi impor banyak menggunakan dolar AS. Ketika rupiah melemah, diperlukan lebih banyak rupiah untuk memperoleh dolar dengan jumlah yang sama.
Kenaikan biaya impor dapat memengaruhi biaya produksi perusahaan yang menggunakan bahan baku dari luar negeri. Namun, perubahan nilai tukar tidak otomatis membuat seluruh harga barang naik pada waktu yang sama. Besarnya dampak bergantung pada jenis barang, kandungan impor, biaya produksi, persediaan, permintaan, dan keputusan perusahaan dalam menetapkan harga.
Dampak terhadap Masyarakat dan UMKM
Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi masyarakat melalui harga barang dan biaya kegiatan usaha. Jika biaya produksi meningkat dan sebagian kenaikan tersebut diteruskan ke harga jual, konsumen dapat menghadapi harga yang lebih tinggi.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dapat terdampak apabila barang dagangan atau bahan baku yang digunakan mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut dapat membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan pengeluaran, persediaan, dan harga jual. Besarnya dampak berbeda antara satu usaha dengan usaha lainnya karena tidak semua UMKM memiliki ketergantungan yang sama terhadap barang atau bahan baku impor.
Langkah Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menggunakan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 22–23 September 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen. Bank Indonesia menyatakan kebijakan tersebut dilakukan di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta sasaran inflasi.
Selain kebijakan suku bunga, Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing dan mendorong aliran modal. Dewan Ekonomi Nasional mencatat cadangan devisa Indonesia sekitar 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026, atau setara dengan sekitar 5,4 bulan impor.
Rupiah dan Kondisi Ekonomi Masyarakat
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan perdagangan, impor, biaya produksi, dan kegiatan usaha. Dampaknya terhadap masyarakat tidak selalu sama karena bergantung pada jenis barang dan seberapa besar ketergantungan terhadap komponen dari luar negeri.
Dengan demikian, pelemahan rupiah memang dapat menekan dompet masyarakat, tetapi dampaknya tidak merata. Perubahan nilai rupiah perlu dilihat bersama dengan indikator ekonomi lainnya seperti inflasi, suku bunga, perdagangan, arus modal, dan cadangan devisa. Pergerakan nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang dipengaruhi oleh kondisi Indonesia sekaligus perkembangan ekonomi global.
REFERENSI
ANTARA News. (2026, September).
(https://antaranews.com/berita/5761661/bi-ungkap-alasan-tahan-suku-bunga-acuan-di-575-prsen)
Bank Indonesia. (2026). JISDOR: Informasi kurs. Bank Indonesia.
(https://www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs/jisdor/default.aspx)
Bank Indonesia. (2026, 23 September).
(https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2819326.aspx)
DataIndonesia.id. (2026). Nilai tukar rupiah (USD/IDR) di pasar spot
(https://share.google/Ng1GmqibQJhJtbDyw)
Dewan Ekonomi Nasional. (2026, 23 September).
(https://dewanekonomi.go.id/en/publications/monetary-brief-september-2026)
