Mengenal Stepping Stone: Jurus untuk Membuat Biaya Kirim Barang Jadi Paling Murah

Redaksi
6 Min Read

Promo UKM | Dalam dunia manajemen operasional, metode transportasi adalah pendekatan matematis untuk menentukan rencana distribusi barang dari sejumlah lokasi sumber misalnya pabrik atau gudang ke sejumlah lokasi tujuan seperti toko atau pusat distribusi regional, dengan total biaya seminimal mungkin. Metode ini pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari pemrograman linier (Linear Programming/LP) dan hingga kini tetap menjadi metode yang digunakan para manajer logistik.

Menurut pakar manajemen operasi Jay Heizer dan Barry Render, permodelan transportasi adalah prosedur berulang untuk memecahkan permasalahan meminimasi biaya pengiriman produk dari beberapa sumber ke beberapa tujuan. Agar tidak terjadi kesalahan pengiriman pada setiap rute dan alokasi jumlah barang diperhitungkan secara teliti.

Tiga Langkah Awal Sebelum Stepping Stone Beraksi

Sebelum metode Stepping Stone digunakan, dibutuhkan solusi awal. Ada tiga cara utamauntuk mendapatkannya yaitu:

1. North West Corner (NWC) yaitu mengisi tabel mulai dari pojok kiri atas secara berurutan
2. Least Cost yaitu mengisi sel berdasarkan biaya termurah terlebih dahulu
3. Vogel Approximation Method (VAM) yaitu mempertimbangkan selisih biaya antarrute untuk pengalokasian awal yang lebih akurat.

Ketiga metode ini menghasilkan titik awal berbeda, namun setelah dioptimasi dengan Stepping Stone, ketiganya akan menuju hasil biaya minimum yang sama.

Cara Kerja Stepping Stone

Nama Stepping Stone atau batu loncatan bukan sekadar kiasan. Metode ini benar-benar menggunakan logika lompatan yaitu memindahkan alokasi pengiriman dari satu rute ke rute lain untuk mencari kombinasi yang lebih murah. Prosesnya bersifat trial and error yang terstruktur, bukan hanya kemungkinan yang tidak pasti.

Langkah-langkah kerjanya adalah sebagai berikut:

1. Mulai dari solusi awal (NWC, Least Cost, atau VAM), kemudian identifikasi semua sel kosong dalam tabel distribusi.
2. Hitung nilai setiap sel kosong menggunakan loop tertutup (+, -, +, -, …) yang dimulai dan diakhiri di sel kosong tersebut.
3. Pilih sel kosong dengan nilai negatif terbesar ini adalah rute yang paling potensial menghemat biaya jika dialokasikan.
4. Pindahkan nilai terkecil yang bersebelahan dengan sel kosong tersebut ke dalam loop, lalu perbarui tabel.
5. Ulangi proses ini hingga tidak ada lagi nilai negatif pada sel kosong. Saat itu, solusi optimal telah tercapai.

Pentingnya Stepping Stone Bagi Dunia Bisnis

Dalam skala bisnis nyata, penghematan biaya logistik bisa bernilai miliaran rupiah per tahun. Sebuah jaringan ritel dengan ratusan gerai dan puluhan gudang distribusi menghadapi jutaan kombinasi rute pengiriman yang mungkin. Tanpa pendekatan matematis seperti Stepping Stone, manajer logistik hanya bisa mengandalkan perkiraan atau pengalaman yang sering kali jauh dari optimal.

Lebih dari sekadar menghemat biaya pengiriman, metode ini juga membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis, di mana sebaiknya mendirikan gudang baru, bagaimana merealokasi kapasitas produksi, atau rute mana yang harus diprioritaskan saat terjadi gangguan rantai pasok. Metode transportasi bahkan dapat diadaptasi untuk memaksimalkan laba atau meminimalkan waktu pengiriman bukan hanya biaya.

Relevansi di Era Digital dan Otomasi

Di era e-commerce dan pengiriman same-day delivery seperti sekarang, tekanan untuk mengoptimalkan logistik semakin besar. Algoritma di balik platform seperti Tokopedia, Shopee, atau J&T Express pada dasarnya menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan Stepping Stone, hanya diimplementasikan dalam skala komputasi yang jauh lebih besar dan real-time.

Dengan memahami dasar metode Stepping Stone yang semakin relevan bagi para profesional di bidang supply chain, logistik, hingga pengambil keputusan korporat yang ingin memastikan setiap rupiah pengeluaran distribusi benar-benar efisien.

Kesimpulan

Metode Stepping Stone merupakan teknik optimasi dalam model transportasi yang dirancang untuk meminimalkan total biaya pengiriman barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan. Metode ini bekerja secara iteratif, memindahkan alokasi pengiriman dari rute yang mahal ke rute yang lebih murah secara berulang hingga kombinasi paling efisien ditemukan.

Namun proses pemindahan itu tidak bisa langsung dimulai begitu saja, dibutuhkan sebuah alokasi awal sebagai pijakan. Untuk itu, ada tiga pendekatan yang bisa dipilih North West Corner, Least Cost, atau Vogel’s Approximation Method. Ketiganya menghasilkan titik tolak yang jauh berbeda satu sama lain, tetapi begitu Stepping Stone digunakan, semuanya akan berakhir pada hasilyang sama, yaitu biaya total paling rendah yang benar-benar optimal.

Proses optimasi berjalan dengan menghitung nilai setiap sel kosong dalam tabel distribusi menggunakan loop tertutup berpola (+, -, +, -,…), lalu memilih sel dengan nilai negatif terbesar untuk diperbaiki. Langkah ini terus diulang hingga seluruh sel kosong bernilai positif, saat itulah solusi optimal telah tercapai dan proses dihentikan. Pada akhirnya, Stepping Stone bukan sekadar metode perhitungan matematis, melainkan sebuah pendekatan berpikir yang mengajarkan bahwa efisiensi terbaik tidak datang dari keputusan pertama, melainkan dari kesediaan untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki setiap pilihan distribusi yang ada.


Penulis:
Alya Zaharatul Hasanah dan Apila Nabila Sari (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Dosen Pengampu: Chandra Fitra Arifianto, S.Psi., M.M.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *