5 Batasan Sistem Toko Online Lama untuk Kebutuhan Omnichannel Ecommerce

Redaksi
5 Min Read

Promo UKM | Banyak bisnis online memulai usahanya dari satu channel saja, sehingga sistem pencatatan yang digunakan dibangun khusus mengikuti kebutuhan channel pertama tersebut. Akibatnya, sistem lama ini tidak dirancang untuk melayani banyak channel secara bersamaan dan mulai menunjukkan keterbatasan saat kebutuhan mulai berkembang.

Risiko ini semakin besar saat data yang sama harus melayani kebutuhan omnichannel ecommerce. Kebutuhan akan software inventory yang terhubung ke semua channel juga semakin meningkat. Karena itu, bagi Anda yang mulai mempertimbangkan ekspansi, Pilihan alternatif omnichannel ecommerce harga terjangkau seperti Mekari Desty sering kali masuk dalam daftar perbandingan. Berikut lima batasan utama sistem toko online lama yang perlu menjadi bahan evaluasi.

1. Stok Setiap channel Tercatat Terpisah

Sistem lama umumnya menyimpan stok secara terpisah untuk masing-masing toko online, bukan sebagai satu stok induk terpadu. Akibatnya, penjualan yang terjadi di satu channel tidak otomatis mengurangi stok yang dicatat pada channel lain. Kondisi ini membuat penyesuaian manual menjadi satu-satunya jalan keluar sementara agar data stok tetap akurat.

Risikonya adalah terjadinya transaksi ganda, di mana satu barang bisa terjual di dua channel dalam waktu berdekatan, dan salah satu pesanan harus dibatalkan karena stok tidak tersedia.

2. Pesanan Diproses dari Banyak Halaman Admin

Setiap channel biasanya memiliki halaman seller center yang berbeda-beda. Hal ini memaksa admin untuk berpindah-pindah halaman saat mengecek pesanan, memprosesnya, dan mencetak label pengiriman.

Perpindahan halaman yang berulang bukan hanya menambah waktu proses, tapi juga meningkatkan peluang pesanan terlewat atau salah kelola. Beban ini paling terasa saat volume pesanan melonjak tajam, seperti pada periode kampanye atau promo besar.

3. Tidak Ada Pemisahan Stok Tersedia dan Stok Teralokasi

Barang yang sudah dipesan tapi belum dikirim secara fisik masih berada di rak dan tercatat dalam sistem sebagai stok tersedia. Risiko muncul ketika barang tersebut masih dianggap siap dijual di channel lain, padahal sebenarnya sudah teralokasi untuk pesanan tertentu.

Sistem untuk omnichannel ecommerce seharusnya menampilkan dua angka stok yang terpisah: stok yang benar-benar tersedia dan stok yang sudah dialokasikan ke pesanan. Dengan ini, angka yang muncul di semua etalase sesuai dengan jumlah barang yang benar-benar bisa dikirim.

4. Laporan Penjualan Tidak Menyatu

Karena tiap channel memiliki format dan istilah laporan yang berbeda, penggabungan data penjualan seringkali harus dilakukan secara manual di akhir periode. Hal ini memperlambat analisis dan pengambilan keputusan.

Tanpa laporan gabungan, penilaian kontribusi tiap channel terhadap margin bisnis menjadi sulit. Padahal, komisi, ongkos kirim, dan potongan promo yang berbeda antar channel membuat omzet besar tidak selalu berarti margin yang besar pula.

5. Sulit Diperluas Saat channel atau Gudang Bertambah

Penambahan channel penjualan atau lokasi gudang membutuhkan struktur data yang fleksibel dan dapat diperluas. Pada sistem lama, pencatatan untuk channel atau gudang baru biasanya dikerjakan secara terpisah terlebih dahulu, lalu digabung secara manual.

Batasan ini sering membuat keputusan membuka channel baru menjadi tertunda. Akibatnya, pertumbuhan bisnis lebih terhambat oleh beban administrasi daripada oleh permintaan pasar yang sebenarnya.

Kelima batasan ini berakar pada sistem yang awalnya dibangun untuk melayani satu channel saja. Sementara itu, bisnis dengan model omnichannel ecommerce menuntut adanya satu sumber data bersama.

Untuk evaluasi awal, hitung waktu yang dihabiskan admin saat berpindah halaman serta jumlah pembatalan pesanan akibat stok yang tidak sesuai. Peralihan ke sistem yang lebih terintegrasi akan terasa lebih ringan apabila dilakukan sebelum jumlah channel dan SKU semakin banyak. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar bagi Anda untuk memilih sistem yang menyatukan stok, pesanan, dan laporan dari semua channel dalam satu platform terpadu.

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace dan software inventopry untuk membantu pebisnis online, admin e-commerce, dan tim operasional menyederhanakan serta mengelola operasional penjualan multi-channel dalam satu sistem terpusat secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Jurnal, Mekari Expense, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari POS, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *