Mengenal Strategi Komunikasi yang Efektif dalam Negosiasi Bisnis

Alya Zaharatul Hasanah dan Apila Nabila Sari ( Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang)

Redaksi
9 Min Read

Promoukm.com | Negosiasi bisnis adalah proses yang sangat penting dalam dunia bisnis, karena dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu kesepakatan. Namun, negosiasi bisnis juga dapat menjadi proses yang kompleks dan menantang, terutama jika tidak dilakukan dengan strategi komunikasi yang efektif.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian negosisasi, tujuan negosiasi, prinsip dalam negosiasi, tahapan dalam melakukan negosiasi, strategi dalam melakukan negosiasi dan etika negosiasi.

Pengertian Negosiasi

Negoisasi adalah proses komunikasi dua arah untuk mencapai kesepakatan saat ada perbedaan, biasanya fokus untuk mencari solusi. Negosiasi (negotiation) dalam arti harfiah adalah perundingan atau hal menyelesaikan masalah. Roger Fisher dan William Ury mendefinisikan negosiasi sebagai proses yang berorientasi pada kepentingan dimana pihak-pihak yang terlibat bekerja bersama untuk menemukan solusi yang meningkatkan keuntungan kedua belah pihak tanpa merasa perlu bersaing keras satu sama lain (Suryani, 2024). Negosiasi dalam komunikasi bisnis merupakan suatu proses di mana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, melakukan pertemuan dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan.

Tujuan Negosiasi

Tujuan negoisasi adalah mencapai kesepakatan, menyelesaikan konflik, meningkatkan kerja sama, dan menghindari konflik yang berkepanjangan.

Tujuan dari proses negosiasi yaitu untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, pihak yang terkait memiliki peran sebagai komunikator yang memahami atas kebutuhan serta kedudukan dari pihak lain agar hasil yang diinginkan sesuai dengan harapan.

Prinsip Negosiasi

Prinsip negosiasi dalam komunikasi bisnis didasarkan pada beberapa konsep utama yang membantu mencapai kesepakatan yang efektif dan menguntungkan kedua belah pihak. Prinsip-prinsip tersebut meliputi:

  1. Transparansi kejujuran dalam menyampaikan informasi, tanpa menggunakan kebohongan, sehingga membangun kepercayaan selama negosiasi.
  2. Akuntabilitas konsistensi dan pertanggungjawaban atas apa yang dikatakan selama negosiasi, sehingga pihak lain merasa yakin dan percaya.
  3. Saling menghargai dan menghormati menghargai pendapat dan posisi lawan negosiasi untuk membina hubungan yang baik.
  4. Fokus pada kepentingan bersama dengan strategi win-win, di mana kedua pihak berusaha mendapatkan manfaat dari kesepakatan.
  5. Memahami kebutuhan dan kepentingan pihak lain dengan empati serta menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal yang sesuai.
  6. Menyampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan tanpa ambiguitas.
  7. Kesabaran dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika negosiasi yang terus berubah.
  8. Mengetahui apa yang diinginkan dan menyatakan kebutuhan secara langsung dan realistis.
  9. Hindari memberikan sesuatu tanpa mendapat imbalan yang seimbang, menjaga posisi tawar.
  10. Menjaga komunikasi yang efektif sepanjang proses negosiasi, termasuk tahap fact-finding, penyampaian pesan, tawar menawar, sampai pengesahan kesepakatan.

Prinsip-prinsip ini bersama-sama menciptakan proses negosiasi yang tidak hanya menyelesaikan konflik atau mencapai kesepakatan, tetapi juga membangun hubungan bisnis jangka panjang dengan komunikasi yang efektif dan saling menguntungkan.

Selain prinsip yang disebutkan di atas ada juga principled negosiation. Negosiator yang menganut empat prinsip dasar dalam negosiasi:

  1. Memisahkan antara pelaku dengan masalah,
  2. Fokus pada kepentingan, bukan posisi,
  3. Menciptakan pilihan untuk hasil yang mutual,
  4. Menekankan pada kriteria yang bersifat objektif.

Tahapan Negosiasi

Dalam melakukan negosiasi terdapat 6 tahapan yang penting yang harus dilakukan:

1. Persiapan meliputi:

  1. Mengumpulkan informasi
  2. Menentukan tim negosiasi
  3. Mengusahakan lebih banyak mengenal profil pihak lawan, tujuannya adalah menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan dalam melakukan negosiasi.

2. Kontak pertama

  1. Tahap ini adalah tahap pertemuan secara langsung antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.
  2. Tahap penilaian yang berlangsung diantara para negosiator dan biasanya pada tahap ini akan memunculkan kesan pertama antara kedua belah pihak.

3. Konfrontasi

  1. Tahap ini adalah tahap dimana sering terjadinya adu argumentasi antara kedua pihak terhadap segala sesuatu yang dinegosiasikan.
  2. Pada tahap ini terdpat perbedaan dan potensi perdebatan yang semakin memanas dan biasanya tidak terkendali disebabkan oleh kurangnya pengendalian emosi.

4. Konsiliasi

Bentuk konsoliasi adalah melakukan tawar menawar untuk memperoleh titik temu atau kesepakatan yang betul-betul disepakati dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Seperti halnya proses tawar menawar antara penjual dan pembeli.

5. Solusi

Tahap dimana kedua belah pihak mulai saling menerima dan memberi, atau dimana para negosiator mulai menemukan titik kesepakatan bagi kedua belah pihak dengan cara mereka masing-masing dengan mengembangkan sikap relasional yaitu sikap yang selalu  berorientasi untuk menanggung bersama dan selalu menumbuhkan sikap saling member  solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

6. Pasca Negosiasi

Tahap ini adalah tahap terakhir dari negosiasi yaitu bentuk konsolidasi bagi kedua belah pihak, apakah masing-masing pihak benar-benar memiliki komitmen atas segala yang telah disepakati bersama. (Dama, 2013)

Hal terpenting dalam negosiasi bukannya untuk menang atau kalah, melainkan diusahakan agar kedua belah pihak sama-sama memperoleh kepuasan karena keinginan dan kebutuhannya sama-sama dipenuhi. Unsur-unsur negosiasi:

  1. Unsur subjek, maksudnya ada lebih dari satu pihak yang berunding secara aktif dan sadar;
  2. Unsur objek, yaitu adanya sesuatu yang menjadi sasaran pembicaraan;
  3. Unsur tujuan, yaitu untuk mufakat atau persetujuan atau kepuasan kedua belah pihak;
  4. Dapat terjadi karena ada konflik atau tanpa konflik. (Parmitasari, 2019)

Strategi dalam Negosiasi

Strategi yang efektif dapat membuahkan hasil yang memuaskan. Strategi negosiasi antara lain:

Win-Win Solution

Strategi ini dipilih jika pihak-pihak yang berselisih menginginkan penyelesaian masalah bisa menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini dapat dipilih apabila perselisihan disetiap pihak mengharapkan penyelesaian masalah dapat menguntungkan kedua belah pihak. Menyatukan solusi   dari   pihak-pihak yang    berkonflik   untuk mencari alternatif   yang disepakati   bersama   dan memenuhi harapan kedua belah pihak (Utami, 2017)

Win-Lose

Strategi ini dipilih karena pihak yang berkonflik ingin memperoleh hasil sepenuhnya dari penyelesaian konflik. Dengan strategi ini, pihak – pihak yang berkonflik yang dimana memiliki kekuasaan untuk meraih hasil dari konflik dan menjatuhkan lawannya jadinya saling berkompetisi (Utami, 2017).

Lose-Lose

Strategi ini biasanya digunakan untuk ketidakberhasilan dari pemilihan strategi yang “tepat” dalam melakukan nego. Sehingga harapan dari pihak yang berkonflik tidak terwujud (Hadi, 2019).

Lose-Win

Strategi ini dipilih apabila salah satu pihak mengalah supaya bisa memperoleh keuntumgan dari kekalahan pihak -pihak yang lain (Hadi, 2019).

Menyiapkan Alternatif

Menyiapkan alternatif berarti memiliki rencana cadangan jika negosiasi tidak berjalan sesuai dengan harapan. Ini dapat membantu untuk tetap fleksibel dan tidak terlalu tergantung pada satu hasil.

Ankoring

Harus menetapkan titik awal agar bisa mempengaruhi orang lain agar dapat mendapatkan hasil yang baik.

Silent Strategy

Silent Strategy adalah strategi yang melibatkan diam sejenak dan jangan memaksa

Etika dalam Negosiasi

Etika bernegosiasi merupakan faktor yang tidak boleh dilupakan ketika negosiasi sedang berlangsung. Etika pada dasarnya memiliki pengertian ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Agar negosiasi dapat berjalan dengan baik maka seorang negosiator harus pandai menjaga etika ketika sedang melakukan negosiasi.

  1. Hindari suap menyuap
  2. Harus jujur dan jangan menipu
  3. Gunakan bahasa yang sopan
  4. Hargai pendapat orang lain, menjaga kerahasiaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Kesimpulan

Negosiasi dalam komunikasi bisnis merupakan suatu proses di mana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, melakukan pertemuan dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan. Tujuan negoisasi adalah mencapai kesepakatan, menyelesaikan konflik, meningkatkan kerja sama, dan menghindari konflik yang berkepanjangan. Hal terpenting dalam negosiasi bukannya untuk menang atau kalah, melainkan diusahakan agar kedua belah pihak sama-sama memperoleh kepuasan karena keinginan dan kebutuhannya sama-sama dipenuhi.

 

Referensi

Binrany, Y. A., Manurung, O. T., Tarigan, C. P., Saragih, L. S., & Baskoro, D. A. (2024). Peran Teknik Negosiasi dan Komunikasi Dalam Menjalankan Bisnis. Student Scientific Creativity Journal, 2(4), 202-210.

Emeilia, R. I., Novalia, Muntazah, A., & Andhikasari, R. (2025). Lobi Dan Negosiasi Dalam Komunikasi Bisnis (Studi Kasus Talent Agency Rens Management). Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 12462-12468.

Nofiyanti, Asbari, M., Fajrin, A., & Ayunita, D. (2025). Teknik Negosiasi dan Komunikasi Bisnis: Solusi Efektif Mengatasi Konflik dan Meningkatkan Kinerja Berdasarkan Study Literatur Review. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 2(1), 7-11.

Tinambunan, T. M., & Siahaan, C. (2022). Implementasi teknik lobi dan negosiasi yang efektif dalam melakukan bisnis. Massive: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 55-67.

Utami, F. I. D. (2017). Efektivitas komunikasi negosiasi dalam Bisnis. KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 9(2), 105-122.

 

 

 

 

 

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *