Promoukm.com | Banjarbaru kian menegaskan diri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Selatan. Kota yang menjadi pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sisi selatan ini tidak hanya mencuri perhatian lewat modernisasi infrastrukturnya, tetapi juga melalui geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berkembang.
Dari sentra kuliner Banjarbaru, kerajinan khas Banjar, produk pertanian dan hortikultura, hingga industri kreatif berbasis digital—UMKM kini menjadi motor ekonomi kota muda ini.
Namun, di tengah pesatnya pembangunan dan ekspansi ekonomi, muncul kesadaran baru: pertumbuhan harus tetap selaras dengan kelestarian lingkungan.
UMKM Jadi Penopang Ekonomi Lokal
UMKM di Banjarbaru berkembang pesat di berbagai sektor, seperti:
- Kuliner dan minuman khas Banjar
- Kerajinan sasirangan modern dan aksesoris lokal
- Sentra tanaman hias dan budidaya anggrek
- Produk pertanian dan olahan pangan
- Bisnis kopi dan kafe kreatif
- Pariwisata berbasis alam di sekitar kawasan hutan kota
Kehadiran Bandara Syamsudin Noor dan posisi strategis Banjarbaru sebagai kota perdagangan semakin mendorong daya tarik pelaku usaha dan wisatawan. UMKM di Banjarbaru bukan sekadar aktivitas ekonomi—melainkan fondasi kehidupan masyarakat perkotaan yang tumbuh dinamis.
Isu Lingkungan Muncul seiring Pertumbuhan Kota
Pertumbuhan ekonomi membawa konsekuensi ekologis yang perlu diantisipasi, seperti:
- Peningkatan volume sampah perkotaan
- Pemakaian plastik sekali pakai pada UMKM kuliner
- Limbah produksi dari makanan dan minuman
- Tekanan terhadap area hijau dan hutan kota
- Potensi pencemaran air dan sungai kecil di wilayah permukiman
Banjarbaru memiliki sejumlah kawasan hijau strategis seperti Taman Hutan Raya Sultan Adam dan beberapa ruang terbuka publik, yang kini menjadi prioritas untuk dipertahankan.
Banjarbaru dan Peran Kawasan Hijau Kota
Banjarbaru memiliki keunikan ekologis yang perlu dijaga, termasuk keberadaan:
- Hutan kota & ruang terbuka hijau
- Kawasan resapan air
- Ekosistem rawa dan danau kecil
- Jalur penghubung ke Tahura Sultan Adam dan ekowisata Martapura–Mandiangin
Dengan bertambahnya permukiman dan destinasi wisata, pemerintah kota dan masyarakat mulai memperkuat upaya menjaga kualitas lingkungan melalui:
- Program edukasi kebersihan di destinasi wisata lokal
- Penerapan aturan pengelolaan sampah di area publik
- Pelibatan komunitas dan pelaku UMKM dalam gerakan lingkungan
Strategi Kota Menuju Ekonomi Hijau
Untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, Banjarbaru terus mendorong:
✅ Pelatihan UMKM terkait manajemen limbah dan kemasan ramah lingkungan
✅ Pengembangan “Kampung UMKM Berkelanjutan”
✅ Penguatan pasar ramah lingkungan dan bank sampah
✅ Kolaborasi komunitas kreatif, kampus, dan pemerintah
✅ Wisata edukasi lingkungan berbasis kawasan hijau
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang modern, bersih, dan berdaya saing tinggi.
Budaya Banjar dan Kearifan Lokal Jadi Fondasi
Masyarakat Banjar memiliki nilai budaya yang menjunjung kebersihan, ketertiban, dan keharmonisan dengan alam. Prinsip lokal seperti “banua bersih, rezeki berkah” kini menjadi inspirasi dalam membangun kota berkelanjutan. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keberkahan bagi Banjarbaru dan generasi mendatang.
Banjarbaru kini berada pada fase penting menuju kota modern yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan UMKM menjadi pilar ekonomi yang kuat, dan kesadaran lingkungan menjadi kompas pembangunan masa depan.
Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat, Banjarbaru memiliki peluang besar menjadi kota hijau baru di Kalimantan—tempat ekonomi tumbuh dan alam tetap bernapas.[]
