Kisah Bunda Kurnia: Dari Kondektur Bus, Satpam hingga Bangun Kurnia Catering

Namanya Kurniawati, tapi orang lebih akrab memanggilnya Bunda Kurnia. Sosok perempuan tangguh ini adalah pemilik PT. Kurnia Catering Cibitung, Bekasi

Redaksi
4 Min Read

PROMOUKM.COM | Namanya Kurniawati, tapi orang lebih akrab memanggilnya Bunda Kurnia. Sosok perempuan tangguh ini adalah pemilik PT. Kurnia Catering Cibitung, Bekasi, sebuah usaha katering yang sudah melayani ratusan perusahaan di wilayah Bekasi dan Jakarta. Bayangkan saja, setiap harinya ada sekitar 6.000 porsi makanan yang diproduksi oleh timnya untuk berbagai perusahaan. Perjalanan panjangnya membangun usaha ini benar-benar luar biasa.

Bunda Kurnia bukanlah orang asli Bekasi. Ia berasal dari Welaran Timur, Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi. Tahun 1987, ia mengambil keputusan besar dalam hidupnya: meninggalkan kampung halaman dengan dua anak yang masih kecil. Demi mencari kehidupan yang lebih baik, ia menitipkan anak-anaknya kepada kakaknya di Jakarta dan merantau jauh ke Arab Saudi.

Di negeri orang, ia bekerja sebagai koki di Restoran Al-Amin Riyadh. Pengalamannya di sana tidak bisa dibilang mudah. Ia menyaksikan langsung berbagai kejadian besar seperti Perang Irak, runtuhnya Terowongan Mina, hingga insiden bom di Arab Saudi. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia pada tahun 1990.

Dari Kondektur Bus hingga Satpam, Semua Dilakoni

Kembali ke Jakarta, hidup tidak serta-merta menjadi lebih mudah. Ia harus berjuang dari nol. Berbagai pekerjaan dijalani tanpa ragu, mulai dari menjadi kondektur bus jurusan Bogor-Merak, hingga bekerja sebagai satpam di PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia.

Namun, bekerja sebagai satpam juga tidak lama. Ia kemudian beralih profesi menjadi penjahit di sebuah perusahaan garmen. Di sela-sela kesibukannya menjahit, ia melihat peluang lain: berjualan nasi bungkus. Ini adalah titik awal dari perjalanan bisnisnya yang sekarang sudah berkembang pesat.

Dari Nasi Bungkus ke Katering Besar

Ketika ada yang menawari untuk memasok nasi bungkus ke sebuah perusahaan, tanpa pikir panjang ia langsung menerima tawaran itu. Agar lebih profesional, ia segera membentuk badan usaha berbentuk CV sebagai kelengkapan administrasi.

Sejak saat itu, pesanan terus berdatangan. Awalnya hanya nasi bungkus, lama-kelamaan berkembang menjadi layanan katering untuk berbagai acara perusahaan. Bahkan, dalam beberapa momen tertentu, pesanan nasi kotaknya bisa mencapai ribuan. Kateringnya juga sering menjadi penyedia konsumsi untuk acara pengamanan demo dan berbagai event besar lainnya.

Tidak Hanya Berbisnis, Tapi Juga Aktif di Kegiatan Sosial

Kesibukannya sebagai pengusaha katering dengan puluhan karyawan tidak membuatnya lupa untuk berbagi. Ia aktif di berbagai organisasi sosial, salah satunya adalah Ikawangi Korwil Bekasi. Bahkan dalam pertemuan terbatas dengan warga Banyuwangi di perantauan, ia sering membagikan hasil karyanya.

Di tengah kesibukan bisnisnya, ada satu hal lain yang sedang ia pikirkan: membangun mushola di depan dapur kateringnya. Mushola ini nantinya bukan hanya untuk para karyawannya, tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat sekitar.

“Bahkan, jika saya harus pindah pulang ke Banyuwangi. Mushola tersebut akan saya wakafkan dan biar digunakan orang banyak,” pungkasnya.

Sungguh kisah inspiratif dari seorang perempuan yang tidak pernah menyerah dalam menghadapi kehidupan. Dari kondektur bus, satpam, hingga kini menjadi pengusaha sukses di dunia katering, Bunda Kurnia membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.[]

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *